Minggu, 29 April 2018

Desain Layanan & Transisi Layanan

Desain Layanan

Hasil gambar untuk desain layanan

Pengantar

    Untuk Memahami apa itu Desain layanan, pertama kita sendiri harus tau arti dari layanan.

ITIL mendefinisikan layanan sebagai:

    Maksud dari Service/layanan adalah sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan.

    Hasil yang diinginkan pelanggan untuk mencapai ini adalah alasan mengapa mereka membeli atau menggunakan Service. Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis tertentu untuk memungkinkan pelanggan dari bank untuk melakukan semua transaksi dan manajemen account aktivitas online atau untuk memberikan pelayanan negara kepada warga dengan cara yang hemat biaya). Nilai layanan kepada pelanggan secara langsung tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi hasil ini.

    Ini adalah konsep umum yang berlaku untuk pembelian layanan. Mempertimbangkan perencanaan keuangan. Sebagai pelanggan, tidak memiliki keahlian atau waktu, maupun keinginan untuk menangani semua hari-hari pengambilan keputusan dan pengelolaan investasi secara individu yang diperlukan.

Desain Layanan :

    Service design/desain layanan adalah transformasi dari service strategy menjadi tahapan-tahapan untuk memberikan pelayanan terhadap pengguna layanan. Service design memberikan penduan kepada organisasi IT untuk dapat secara sistematis dan best pratice mendesain dan membangun layanan IT maupun implementasi ITSM itu sendiri.

    Desain layanan bertujuan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan
bahwa layanan baru akan melakukan seperti yang direncanakan dan disampaikan fungsi dan
manfaat dimaksudkan oleh bisnis.

Mengapa harus desain layanan?

    Tanpa desain layanan yang mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, biaya mengoreksi kekurangan-kekurangan ini hampir selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah mereka pada tahap desain. Tidak setiap perubahan akan memerlukan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini disediakan untuk perubahan 'signifikan'. Setiap organisasi harus memutuskan definisi sendiri 'Signifikan' dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai signifikansi dari setiap perubahan dan karena itu apakah kegiatan desain layanan harus digunakan.

Tujuan Desain Layanan:

Dari pengertian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa tujuan utama dari desain layanan adalah:

    - Merancang layanan yang tidak hanya memenuhi bisnis dan pemangku kepentingan tujuan dalam        hal kualitas, kemudahan penggunaan, kepatuhan dan keamanan, tetapi juga meminimalkan total          biaya kepemilikan.
 
    - Untuk merancang kebijakan yang efisien dan efektif, rencana, proses, arsitektur dan kerangka            kerja untuk mengelola layanan di seluruh siklus hidup mereka.

    - Untuk mendukung layanan transisi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang
      terkait dengan memperkenalkan layanan baru atau diubah.

    - Merancang sistem pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektivitas desain layana dan kiriman          nya.

    - Untuk berkontribusi peningkatan pelayanan terus-menerus (CSI), terutama dengan merancang            fitur dan manfaat dan kemudian menanggapi peluang perbaikan diidentifikasi dari lingkungan            operasional.

Paket Desain Layanan:

    Tahap desain mengambil satu set persyaratan bisnis baru atau diubah dan mengembangkan solusi untuk menemui mereka. Solusinya dikembangkan diteruskan ke transisi layanan yang akan dibangun, diuji dan disebarkan ke lingkungan hidup. Namun, tidak cukup hanya untuk lulus desain teknis atau arsitektur untuk transisi layanan. Tim layanan transisi akan membutuhkan lebih dari ini untuk memberikan layanan sepenuhnya berfungsi yang menyediakan utilitas dan garansi diharapkan. Mereka membutuhkan cetak biru yang mencakup semua aspek layanan baru. Cetak biru ini dikenal sebagai paket layanan desain.

Isi Utama Dari Paket Layanan Desain:

    - Definisi layanan, setuju kebutuhan bisnis dan bagaimana dan di mana layanan akan digunakan.
 
    - Desain layanan termasuk desain arsitektur, persyaratan fungsional, SR / SLA (jika tersedia),                layanan dan persyaratan manajemen operasional termasuk metrik dan indikator kinerja utama,            layanan pendukung dan perjanjian.
 
    -  Model layanan menunjukkan struktur keseluruhan dan dinamika layanan, menunjukkan                        bagaimana pelanggan dan layanan aset, fungsi manajemen layanan dan proses datang bersama-          sama untuk memberikan nilai.

    - Penilaian kesiapan organisasi dan implikasinya.

    - Rencana yang mencakup semua tahap siklus hidup layanan.

    - Rencana untuk transisi layanan (meliputi membangun dan perakitan, pengujian, rilis dan                      penyebaran) dan untuk penerimaan layanan operasional.

    - Kriteria penerimaan dan strategi dan rencana untuk pengujian penerimaan pengguna.


Transisi Layanan
Hasil gambar untuk layanan

Pengantar

    Layanan transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan yang lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum apa-apa dipindahkan ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi pengguna dan staf pendukung. Layanan transisi juga bertanggung jawab untuk dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan. Transisi yang mulus dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau diubah dari tahap desain layanan, pengujian untuk memastikan bahwa itu benar memenuhi kebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.

Maksud & Tujuan:

Tujuan Dari Transisi Layanan:

    - Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru akan memungkinkan perubahan        bisnis.

    - Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan rilis mulus ke dalam proses dan layanan                bisnis mereka.

    - Mengurangi variasi dalam kinerja diprediksi dan aktual dari layanan setelah mereka                            diperkenalkan.

    - Mengurangi kesalahan dikenal dan meminimalkan risiko dari perubahan.

    - Memastikan bahwa layanan dapat digunakan dalam cara dimana diperlukan.

Tantangan Membangun Transisi Layanan:

Dalam membangun transisi layanan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu:

    - Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi        layanan hidup.

    -  Mengintegrasikan dengan pengembangan dan proyek siklus hidup yang secara tradisional                   independen.

    - Memiliki wewenang dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses seperti yang                  didefinisikan.

    - Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dilihat sebagai penghalang untuk                        mengubah atau sebagai lebih birokrasi.

Peran Dari Transisi Layanan:

    Manajer layanan transisi bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menyebarkan rilis utama dalam biaya, waktu dan kualitas estimasi diprediksi.







Senin, 16 April 2018

Strategi Layanan

Strategi Layanan
Hasil gambar untuk strategic consultancy

Pengertian Pelayanan

    Pelayanan adalah, proses pemenuhan kebutuhan, melalui aktivitas orang lain secara langsung. sedangkan menururt KBBI pengertian pelayanan adalah menolong atau menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain , seperti tamu atau pembeli. 

   Pada dasarnya, pelayanan yang dibutuhkan manusia adalah pelayanan fisik, yang sifatnya pribadi sebagai manusia dan layanan administratif yang diberikan orang lain selaku anggota organisasi, baik itu organisasi massa atau negara.


Tata Kelola Strategi Layanan

    Di dalam bisnis, strategi adalah suatu rancangan untuk membantu suatu organisasi mengalahkan pesaing nya dan strategi bisnis dapat menciptakan peluang baru. Meskipun banyak system informasi di bangun untuk memecahkan masalah, banyak juga yang lain dibangun untuk meraih peluang. Sistem informasi yang membantu meraih peluang disebut Strategi Sistem Informasi. Strategi ini dapat dikembangkan sejak awal mula, atau dapat dikembangkan dari strategi system informasi yang telah ada pada organisasi. Strategi sistem informasi dapat memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya dengan memberikan pelayanan sesuai keinginan pelanggan. Teknologi Informasi berperan penting dalam kontribusinya pada strategi bisnis.

Resiko Strategi Layanan 

   Resikonya adalah ketika ada permintaan dan ditangani kurang baik oleh si pengelola maka akan menjadi sumber resiko bagi penyedia layanan. Hal untuk memperkecil kemungkinan resiko itu terjadi bisa dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang produk yang sedang tersedia maupun yang sedang habis.

Jenis Penyedia Jasa Layanan TI

Hasil gambar untuk jenis penyedia layanan it

    Salah satu Penyedia Layanan TI adalah, layanan cloud computing di Indonesia yang bisa memberikan solusi tepat untuk kemajuan bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut, memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis lebih mudah dan melakukan penghematan biaya operasonal terutama biaya TI. Layanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut bisa Anda pilih sesuai kebutuhan perusahaan. Sama halnya dengan layanan lainnya, cloud computing juga memiliki berbagai pilihan layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien.

   Cloud computing memanfaatkan internet dengan jangkauan luas dan cepat untuk membantu Anda menyediakan dan menyimpan data dengan mudah melalui jaringan internet.

Empat Strategi P

- Perspektif  : Visi untuk menentukan arah dan tujuan dalam bertahan dalam pasar dunia.
- Position      : Memanfaatkan keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi.
- Plan            : Rencana bagaimana provider akan meraih visinya.
- Pattern       : Pola dasar yang dilakukan berulang dalam pengambilan keputusan yang biasanya
                         berdasarkan tema pokoknya.


Manajemen Layanan Sebagai Aset Strategis

     Manajemen Layanan Adalah awal dari sebuah proses peningkatan manajemen aset yang berkelanjutan untuk memastikan manajemen yang mampu memberikan layanan yang berkualitas. Hal ini dapat dibangun secara efektif dengan manajemen aset yang mengkombinasikan manajemen, keuangan, ekonomi, teknik dan praktek lainnya untuk aset tersebut.

    Tujuan dari manajemen aset strategi adalah untuk memaksimalkan potensi pelayanan aset, mengurangi permintaan aset baru, mencapai value for money yang lebih besar, mengeliminasi pengadaan dan kepemilikan aset yang tidak dibutuhkan dan memfokuskan perhatian pada hasil. Manajemen aset strategik dilengkap dengan sebuah kerangka yang dapat membuat setiap kegiatan dalam siklus hidup aset menjadi lebih baik. Hal utama dari kerangka ini adalah bahwa manajemen aset strategi  harus konsisten dengan misi perusahaan dan terintergrasi dengan komponen manajemen strategis lain. 

    Ada dua komponen strategi pelayanan . Strategi pelayanan yang jelas tentang pengembangan strategi untuk pengiriman layanan tertentu, tetapi ada juga strategi pengembangan manajemen pelayanan sebagai kompetensi untuk memberikan pelayanan sebagai bagian dari strategi bisnis dan sebagai dasar untuk pemerintahan yang baik .

Strategi Untuk Layanan Khusus

    Layanan Khusus berperan penting dalam sebuah organisasi, kita bisa mengambil contoh dari sebuah organisasi pendidikan seperti sekolah, Sekolah merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dan tugas untuk mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu penegetahuan dan teknologi saja, melainkan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani peserta didik.

Substansi Manajemen Layanan Khusus berdasarkan proses manajemen adalah sebagai berikut:

- Perencanaan, meliputi analisis kebutuhan layanan khusus bagi sebuah organisasi dan penyusunan program layanan khusus bagi orang yang ada di dalam sebuah organisasi

- Pengorganisasian, berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus bagi sebuah organisasi

- Penggerakan, meliputi pengaturan pelaksanaan perpustakaan , ketrampilan, uni kesehatan, tabungan, keagamaan, kantin, perpustakaan, kafetaria, dan layanan khusus lainnya.

- Pengawasan, meliputi pemantauan program layanan khusus dan penilaian kinerja program layanan khusus bagi anggota sebuah organisasi .

Otomatisasi Proses Manajemen Layanan

     Otomasi proses manajemen adalah penggunaan sistem komputer dan perangkat lunak untuk mengotomatisasi proses. Proses dapat benar-benar otomatis, sehingga tidak ada intervensi manusia yang diperlukan, atau semi-otomatis di mana beberapa intervensi manusia diperlukan untuk membuat keputusan atau menangani pengecualian.












Minggu, 04 Maret 2018

Manajamen Layanan & ITIL(Information Technology Infrastucture Library)

Manajemen Layanan 

Hasil gambar untuk manajemen layanan

  •     Pengertian manajemen Layanan
  Manajemen layanan adalah, seperangkat kemampuan organisasi, dalam bentuk layanan. ada beberapa proses dalam manajemen layanan ini, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan, dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan, dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.

Pengertian ITIL(Information Technology Infrastucture Library)

  ITIL adalah, suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknolgi informasi. Nama ITIL terbit dalam suatu buku yang masing-masing membahas suatu topic pengelolaan teknologi informasi.

  • Kerangka ITIL
Hasil gambar untuk kerangka itil

1. Business Perspective
    
    Unsur perspektif bisnis ITIL, menyediakan informasi yang membantu menghubungkan 
kesenjangan antara, kebutuhan kerja organisasi dan kebutuhan pelanggan.

2. Service Delivery
    
    Unsur service delivery, menyediakan informasi yang membantu mengidentifikasi layanan yang diperlukan, untuk memberikan dukungan yang memadai untuk bisnis.

3. Service Support
    
    Service support memastikan bahwa pelanggan memiliki akses yang tepat ke service yang dibutuhkan yang mendukung fungsi bisnis.

4. ICT Infrastructure Management 

    ICT memberikan Informasi tentang:

    - Network Service Management
    - Operations Management 
    - Systems Management 
    - Local Processes Management 

5. Aplication Management 

    Unsur applications management, membantu mendefinisikan kebutuhan bisnis sesuai dengan perubahan dalam bisnis. Hal ini juga membantu organisasi, dalam menggabungkan perubahan-perubahan dalam proses dan fungsinya.

Model Pengelolaan Pelayanan ITIL
Hasil gambar untuk model pengelolaan layanan itil

  • Service Strategy
    Inti Dari ITIL adalah service strategy, service strategy memberikan panduan pada pengguna ITIL, tentang bagaimana konsep ITSM, bukan hanya sebuah kemampuan organisasi dalam memberikan, mengelola, serta mengoperasikan layanan TI, namun juga sebagai aset strategis bagi perusahaan.

    Proses-Proses yang dicakup dalam Service Strategy:
    
- Service Portofolio Management 
- Financial Management 
- Demand Management 

  • Service Design
    Sebelum memberikan layanan TI kepada pihak perusahaan, Service design terlebih dahulu membuat design pada pelanggan. Service Design  memberikan panduan secara sistematis. Service Design biasanya prinsip-prinsip dan metode design untuk tujuan organisasi TI.

  • Service Transition
    Pandukan kepada organisasi TI, agar dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil design layanan menjadi lebih baik.

  • Service Operation
    Service Operation merupakan, tahapan siklus hidup yang mencakup kegiatan operasional harian pada layanan TI. Didalamnya terdapat berbagai panduan mengelola layanan TI secara efesien dan efektif, dan menjamin tingkat kinerja dalam pengoperasional layanan TI. 

  • Continual Service Improvement 
    Continual Service Improvement merupakan, panduan penting dalam menyusun kualitas layanan design, transisi dalam pengoperasian.

Tata Kelola IT
Hasil gambar untuk tata kelola it

  • Strategic Alignment 

    Berfokus pada memastikan hubungan bisnis dan rencana IT, mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi nilai proposisi IT, dan menyelaraskan operasi IT dengan operasi perusahaan (kesesuaian operasi IT dengan operasi perusahaan).


  • Value Delivery 

    Melaksanakan proposisi nilai sepanjang siklus pengiriman, memastikan bahwa IT memberikan manfaat sesuai dengan yang dijanjikan terhadap strategi, berkonsentrasi pada mengoptimalkan biaya dan membuktikan nilai intrinsik IT.


  • Risk Management 
    Membutuhkan kesadaran risiko oleh pejabat perusahaan senior, pemahaman yang jelas tentang risk appetite perusahaan, pengertian kepatuhan persyaratan, transparansi tentang risiko yang signifikan terhadap perusahaan, dan menanamkan tanggung jawab manajemen resiko dalam organisasi.


  • Resource Management 
    Fokus terhadap investasi optimal, pengelolaan yang baik, sumber ciritical IT: aplikasi, informasi, infrastruktur dan sumber daya manusia. Isu critical yang berhubungan dengan optimasi pengetahuan dan infrastruktur.


  • Performance Measurement
    Track dan memantau pelaksanaan strategi, penyelesaian proyek, penggunaan sumber daya, proses kinerja dan pelayanan, misalnya menggunakan balance scorecard yang menerjemahkan strategi ke dalam tindakan untuk mencapai tujuan yang terukur di luar akuntansi konvensional.


  • Resiko:
    Manajemen yang efektif dari resiko, adalah sebuah masalah penting untuk semua organisasi yang sukses, dan juga merupakan komponen kunci dari pemerintahan.

Manajemen Resiko
Hasil gambar untuk manajemen risiko

  • Pengertian Manajemen Resiko:
    Manajemen Resiko adalah, suatu fungsi manajemen yang bertugas mengidentifikasi, menilai, dan menunjukan penyebab, serta dampak yang timbul, dari ketidakpastian dan resiko pada suatu organisasi/perusahaan.

    Manajemen resiko dapat juga diartikan sebagai, suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan suatu rangkaian aktivitas manusia, termasuk penilaian resiko, dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumberdaya.

  • Fungsi Manajemen Resiko:

- Membantu organisasi / perusahaan dalam mengidentifikasi resiko.

- Mengimplementasikan program-program pengendalian dan pencegahan kerugian.

- Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan penanganan resiko.

- Menjamin pemenuhan standar-standar keamanan.

- Mengatur kerja sama penjaminan resiko dan klain, misal dengan jamsostek dan BPJS.

- Merancang dan mengkoordinasikan program kesejahteraan karyawan.

Penyedia Layanan IT

Hasil gambar untuk penyedia layanan it


  1. Penyedia Layanan Internal:
    Pada dasarnya ini merupakan jenis unit in-house IT yang biasanya diposisikan dalam unit bisnis yang mereka layani, meskipun umumnya untuk unit skala kecil unit IT ini akan dikonsolidasikan ke departemen IT perusahaan yang memiliki kepentingan sebagai penyeimbang, tuntutan dan prioritas dari korporasi organisasi ini adalah terhadap setiap individu unit bisnis.

     2. Unit Penyedia Layanan Bersama:

    Disinilah berbagai fungsi cakupan luas, dianggap sebagai non-inti untuk bisni, dikelompokkan bersama ke unit pelayanan perusahaan bersama. Fungsi yang terlibat biasanya adalah bidang IT, Keuangan dan SDM, terkadang juga pelayanan hukum, logistik, dan fasilitas manajemen.

     3. Penyedia Layanan Eksternal

    Ini merupakan sebuah entitas komersil yang terpisah dari bisnis yang dilayaninya, dan beroperasi sebagai bisnis kompetitif dalam pasar.

Manajemen Strategi 
Hasil gambar untuk manajemen strategi


    Keberhasilan sebuah perusahaan dalam mencapai tujuan, ditentukan dari strategi yang dipakai oleh perusahaan tersebut, inilah mengapa setiap perusahaan membutuhkan manajemen strategi, yang berfungsi sebagai pembuat strategi atau penyusun strategi, dan juga sebagai pembanding antara planning awal dan akhir, serta melakukan evaluasi terhadap planning tersebut. Ada 4 tahap dalam manajemen strategis secara garis besar:

1. Pengamatan Lingkungan 

    Pengamatan lingkungan ini didasarkan pada faktor-faktor strategi yang sering disebut dengan s.w.o.t, yang merupakan singkatan dari strenghts (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities ( peluang), threats (ancaman). 

2. Perumusan Strategi

    Setelah kita melakukan pengamatan lingkungan, kita harus mengevaluasi interaksinya dan menentukan misi perusahan berdasarkan pada analisis pengamatan yang kita lakukan. Perumusan strategi adalah, pengembangan rencana jangka panjang perusahaan yang didasarkan pada pengamatan lingkungan yang bertolak ukur pada faktor-faktor strategi. 

3. Implementasi Strategi 

    Jika planning atau perencanaan yang sudah kita buat tidak dijalankan, tidak akan ada gunanya planning tersebut. Implementasi strategi adalah proses mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan nyata, melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.

4. Evaluasi Dan Pengendalian

    Setelah mengimplementasikan planning perusahaan kedalam wujud nyata, dalam selang waktu yang telah ditetapkan lakukanlah evaluasi untuk menilai pengendalian aktivitas perusahaan tersebut sudah tepat sasaran atau tidak. Evaluasi dan pengendalian adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas perusahaan, serta hasil kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan.

  • Manajemen Pelayanan Sebagai Aset Strategis 
    Penggunaan ITIL untuk mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari 2 poin dibawah:
1. Kapabilitas: kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang - orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya.
2. Sumber Daya: Masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi, dan orang-orang.

  • Mengotomatisasi Proses Pengelolaan 
    Otomasi proses pengelolaan adalah penggunaan sistem komputer dan perangkat lunak untuk mengotomatisasi proses. Proses dapat benar-benar otomatis, sehingga tidak ada intervensi manusia yang diperlukan, atau semi-otomatis di mana beberapa intervensi manusia diperlukan untuk membuat keputusan atau menangani pengecualian.














Selasa, 09 Januari 2018

Analisis SWOT(FaceBook Canvas)

Analisis SWOT(Facebook Canvas)
Hasil gambar untuk swot

Facebook Canvas:
    Canvas merupakan salah satu ad creative yang disediakan oleh Facebook disamping format konvensional yang selama ini sudah kita kenal yakni Images (gambar) dan Videos, atau creative lain yang khas Facebook seperti Carousel dan Collection.


    Kata kunci dari Canvas adalah seamless, yaitu pengalaman akses iklan fullscreen nan menarik dan interaktif pada perangkat mobile yang transisinya begitu halus serta sangat ngebut (diklaim 10x lebih cepat dibandingkan mobile web standar) sampai-sampai nyaris tak dirasakan oleh pengguna.

Canvas untuk apa dan untuk siapa?
– Cocok bagi yang tidak memiliki website
    Dibandingkan membuat creative dengan space terbatas pada status dengan mencantumkan kontak, Canvas mampu memuat gambar yang jauh lebih menarik dan informasi yang jauh lebih banyak.
    Selain itu, Canvas juga dapat menghadirkan tombol CTA seperti kontak WA/SMS/Email yang mendukung auto invite/auto chat/auto format isi yang akan memudahkan pelanggan. Di atas kertas, hal tersebut seharusnya bisa meningkatkan konversi.

– Cocok untuk target pengguna mobile
    Meski saat ini traffic mobile adalah sebuah keniscayaan, nyatanya tak semua produk dan layanan pas dengan traffic mobile yang sifatnya tunggal. FYI, Canvas hanya berjalan pada perangkat mobile saja.
    Sebagian mungkin membutuhkan traffic yang dikombinasikan dengan pengguna desktop, sebagian yang lain mungkin hanya membutuhkan traffic dari desktop saja.


– Cocok untuk brand awareness 
    Canvas merupakan media yang pas untuk kebutuhan memperkenalkan brand dengan desain fullscreen yang amat menarik untuk dilihat disertai area yang relatif luas untuk kebutuhan storytelling. Tujuannya tentu supaya merek dan pesan yang disampaikan memberikan kesan positif dan lengket di kepala mereka yang melihatnya.

Pengertian SWOT

Pengertian SWOT
Hasil gambar untuk swot

Apa itu Swot?
    SWOT merupakan singkatan dari Strength Weaknesses Opportunities Threats. Yang artinya Strength (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (hambatan). Dalam artikel ini kita akan membahas satu-persatu tentang analisis SWOT secara singkat.

Pengertian analisis SWOT

    Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut. Baik tujuan tersebut untuk tujuan jangkan panjang maupun tujuan jangka pendek. Selain itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah perusahan atau oraganisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor yang di jadikan masukan. Dan  kemudian masukan tersebut dikelompokkan sesuai kontribusinya masing-masing.

    Satu hal yang perlu diperhatikan bagi pangguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi sebuah perusahaan atau oraganisasi. Analisis SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari  permasalahan yang sedang dihadapi.

Selasa, 21 November 2017

Konsep Dan Contoh Internet Of Things

Konsep Dan Contoh Internet Of Things
Hasil gambar untuk internet of things

Konsep Internet Of Things:
      Konsep IoT ini sebetulnya cukup sederhana dengan cara kerja mengacu pada 3 elemen utama pada arsitektur IoT, yakni: Barang Fisik yang dilengkapi modul IoT, Perangkat Koneksi ke Internet seperti Modem dan Router Wirless Speedy seperti di rumah anda, dan Cloud Data Center tempat untuk menyimpan aplikasi beserta data base. 
      
      Seluruh penggunaan barang yang terhubung ke internet akan menyimpan data, data tersebut terkumpul sebagai ‘big data’ yang kemudian dapat di olah untuk di analisa baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun negara asing untuk kemudian di manfaatkan bagi kepentingan masing-masing. Disinilah peran penting pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan negara dari sisi sistem informasi.

Fungsi Internet Of Things:
      Dengan prinsip tujuan utama dari IoT sebagai sarana yang memudahkan untuk pengawasan dan pengendalian barang fisik maka konsep IoT ini sangat memungkinkan untuk digunakan hampir pada seluruh kegiatan sehari-hari, mulai dari penggunaan perorangan, perkantoran, rumah sakit, pariwisat, industri, transportasi, konserverasi hewan, pertanian dan peternakan, sampai ke pemerintahan.
      Dalam tujuan tersebut, IoT memiliki peran penting dalam pengendalian pemakaian listrik, sehingga pemakaian listrik dapat lebih hemat sesuai kebutuhan mulai dari tingkat pemakaian pribadi sampai ke industri. Tentunya selain untuk tujuan penghematan IoT juga dapat dipakai sebagai sarana kemajuan usaha, dengan sistem monitoring maka kebutuhan usaha dapat lebih terukur.

Contoh Internet Of things:
1. Sistem otomatis untuk di rumah dengan WeMo

      Perusahaan Belkin memiliki produk home automation system, WeMo yang ditujukan agar Anda dapat mengendalikan perangkat switch, lampu LED dan, sensor gerakan melalui aplikasi smartphone dan browser. Anda dapat mematikan lampu dirumah jika Anda terlupa ketika telah berada di kantor. Anda juga dapat mematikan perangkat lain yang terhubung dengan produk-produk WeMo ini.

2. Sistem keamanan rumah, Canary
      Sebuah sistem keamanan rumah, Canary telah memberikan bukti bahwa Internet of Things dapat berguna untuk memberikan rasa aman. Sistem ini dapat mengenali perubahan-perubahan di rumah Anda seperti, kualitas udara, gerakan, suara, suhu, dan getaran. Aplikasi mobile Canary akan memberi Anda notifikasi setiap kali ada perubahan tersebut. Anda dapat langsung melihat apa yang sedang terjadi dengan adanya kamera video HD di sistem ini.

3. Mother, menjaga anak dan rumah Anda
      Mother adalah sebuah sistem keamanan yang terdiri dari sebuah perangkat utama (Mother) dan beberapa perangkat tambahan lain (Motion Cookies). Motion Cookies adalah sebuah sensor yang dapat ditempelkan ke suatu objek maupun manusia. Anda dapat mendeteksi dan menganalisa gerakan pada sensor, mengukur suhu sekitar, dan mengetahui keberadaan sensor ini. Aplikasi SenseBoard akan membantu Anda untuk memonitor seluruh aktifitas Motion Cookies menggunakan perangkat tablet, smartphone, maupun komputer.


Konsep Dan Contoh Cloud Computing

Konsep Dan Contoh Cloud Computing
Hasil gambar untuk cloud computing


Pengertian Cloud Computing:
     definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkoneksi melalui internet menggunakan cloud computing.

Manfaat Cloud Computing:
1. Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
       Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2. Keamanan Data 
       Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3. Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
      Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

Cara Kerja Sistem Cloud Computing:
     Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.

Contoh Cloud Computing:
1. Google Drive
      Google Drive adalah layanan penyimpanan secara online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage. Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.

2. Windows Azure
      Windows Azure adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers. Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.

3. Amazon Web Service
      Amazon  Web Service (AWS) merupakan salah satu layanan Platform as service (PaaS) yang dibuat oleh perusahaan Amazon. Dengan menggunakan AWS kita dapat mengembangkan aplikasi dengan mengaktifkan middleware ataupun aplikasi yang dibutuhkan.